Archive for March, 2008

Salah..salah sekali, sodari lalla..Anda salah orang..

Monday, March 31st, 2008

when I stood at a distance
To feel who you are,,i knew i was wrong..
So quiet but I finally woke up
How could I have ever been so blind over these years?

P.S.:
if it’s a fight,,then I really wanna get it right
bcoz I never meant to do bad things to you
but,,fightin’ fire with fire??watch out you might get what you’re after!

pens berat aac

Sunday, March 30th, 2008

ahahaha..

bulan lalu abis nonton pilm yg lg gempar bgt d indonesia skrg..
AAC..Apa Artinya Cinta? Tentu bukan..
Ayat-Ayat Cinta..

bulan ini gw nonton lg, gra2 ibu gw blun nonton dn ingin skali mnonton karna pak SBY saja mnonton, masa ibu ngga..
ck.ck.ck.

nonton yg kdua kalinya, yg gw perhatiin bukan lg ceritanya,,tp bahasanya..
bahasa arab, lbih tepatnya..
ntah knapa gw sangat suka..
walo hny spenggal-spenggal kdengerannya,,tp gw suka..
dn gw tiba2 berminat utk blajar..

ada yg bs dn ingin ngajarin gw?
hehe..

–pusing logprog,yah,lalla goblog ga bisa-bisa logprog,,goblog memang.higs.sebal.

Menilik kejadian yang membuatku teringat akan masa lalu

Tuesday, March 25th, 2008

Baru-baru ini,aku sedang merasa sedikit kecewa oleh sebuah kejadian.
Yg entah mengapa, mungkin karena aku sedang PMS, rasa kecewa itu bertambah menjadi agak lebih sedikit dari sekedar sedikit kecewa (aku suka kata2 ini.hehe).
Ya, aku tidak jadi menjadi bagian dari sebuah kepengurusan organisasi X.
Ini bukan sebuah kegagalan. Aku tidak pernah berambisi untuk mendapatkan posisi tersebut.
Aku bahkan tidak secara sukarela menawarkan diri.
Aku tidak memulainya.
Ketika kemudian orang-orang bereaksi dan reaksi itu positif terhadap pencalonan diriku itu, tanpa aku sadari aku mulai berharap..
Dan tanpa aku sadari lagi, harapan itu bertambah lagi dan lagi..
Aku sadar harapan itu mungkin salah. Tapi begitu besarnya balon harapanku itu membumbung tinggi di angkasa,,meninggalkan aku yang berusaha bersikap pesimis di daratan.

Ya, dan akhirnya balon itu pun meletus. Melayang dan hilang.
Meninggalkanku memandangi langit yang kehilangan satu balon yang memeriahkannya.

Dan orang yang membuatku memiliki harapan itu tidak pernah datang untuk menjelaskan.
(Apa arti dari pencalonan itu?Pencalonan yg sudah disebarluaskan tanpa menghubungiku sebelum dan sesudah pencalonan itu terjadi,,dan saat pada akhirnya jelas siapa yang mendapatkan posisi tersebut..)

It reminds me of something happen in my past.

Ketika sebuah hubungan yang pernah terjadi di sebelum masa lalu ini terjadi tampak akan dimulai kembali, harapan itu muncul.
Aku tidak memulainya. Aku merasa demikian.
Kedekatan itu bukan aku yang memulainya. Aku tidak mungkin memulai. Aku tidak punya keberanian itu. Lagipula aku seorang perempuan. Buatku, aku tidak memiliki kepantasan untuk memulainya. Aku merasa demikian.
Dan kedekatan itu pun terjadi. Orang-orang terdekatku menganggap itu sesuatu dan akan menjadi benar-benar sesuatu.
Aku pun yang pada awalnya tidak berpengharapan, menjadi sedikit berharap.
Dekat..dekat..dan dekat. Itu yang aku rasakan. Aku merasakan hal yang sudah lama aku tidak rasakan lagi.
Memiliki ‘seseorang yang dekat’ itu kembali.
Tapi aku sadar, aku tidak sungguh-sungguh ‘memilikinya’.
Dan hari itupun datang..ketika sudah terlalu lama hubungan tanpa kesungguhan ‘memiliki’ itu pun terjadi akhirnya menjadi jelas adanya.
Jelas adanya bahwa hubungan itu tidak ada dan berakhir (lucu memang,,yang tidak ada kok dianggap berakhir).

Dari awal aku sudah berusaha keras untuk bersikap pesimis. Pesimis bahwa hubungan yang ‘nyata memiliki’ dapat terjadi kembali.
Namun aku memang bodoh. Balon harapanku sudah membumbung tinggi.
Dan balonku itupun meletus.
Aku sendiri kembali.
Orang itupun pergi melanjutkan kehidupan dan berbahagia di sana tanpa menjelaskan apa arti dari kedekatan itu.

Aku pun kecewa dan sedih sendiri. Kemudian berlalu melanjutkan hidup.

Begitulah dua hal yang cukup serupa itu terjadi dalam kehidupanku.
Aku benci dengan harapan yang muncul demikian caranya.
Aku tidak merasa memulai. Aku tidak berharap pada awalnya.Tapi aku sendiri yang merasakan kekecewaannya.
Aku sedih, kesal bukan hanya karena kekecewaan itu.
Lebih karena aku kecewa dan aku lebih banyak menyalahkan orang lain.
Pdahal mungkin orang itu tidak merasa telah mengecewakan.
Karena memang mungkin aku yang salah mempersepsikan kejadian2 tersbut.

Sudahlah..aku banyak belajar dari kejadian2 ini..aku tidak menyesal.
Aku sangat berterimakasih,,karenanya aku menjadi belajar,menjadi berpengalaman,,menjadi kuat.i hope.

Terima kasih banyak… :)

PS:PMS ini tampaknya benar2 mempengaruhiku..mungkin.hehe..